Jumat, 29 September 2017

Keutamaan Sedekah Pada Hari Asyura (10 Muharrom)






Diceritakan bahwasanya ada seorang fakir yang datang menghadap seorang pada hari Asyura (10 Muharram) untuk meminta haknya sebagai seorang fakir dari Baitul Mal. 

Si fakir berkata "Semoga Allah memberikan kemuliaan kepada tuan Qadli(Hakim). Sungguh saya adalah seorang fakir yang banyak anak dan keluarga, datang kepada tuan Qadli minta tolong pada hari yang mulia ini agar tuan mau memberikan kepada kami 10 kati roti, 10 kg daging dan uang 2 Dirham. Untuk memberi makan anak-anak kami yang masih kecil pada hari ini karena mereka belum makan selama 3 hari dan mudah-mudahan tuan mendapatkan imbalan dari Allah."

Akhirnya tuan Qadli berjanji akan memberinya pada waktu Dhuhur. setelah waktu Dhuhur tiba,si fakir datang lagi tuan Qadli berjanji lagi akan memberinya pada waktu Ashar. Setelah waktu Ashar tiba, si fakir datang lagi dan tuan Qadli pun berjanji lagi akan memberinya pada waktu maghrib. Padahal di rumah anaknya nyaris mati karena kelaparan. Setelah waktu maghrib tiba, si fakir datang lagi, akan tetapi tuan Qadli tidak memberikan sesuatu apapun. Hanya berkata kepada si fakir "tidak ada sesuatu apapun  yang bisa aku berikan kepadamu" 

Maka kembalilah si fakir dengan hati yang hancur, sambil mencucurkan air mata karena takut tidak kuasa menjawab anak-anaknya bila mereka menanyakan sesuatu yang diperoleh. Terpaksa ia harus berjalan menuju rumahnya sambil menangis. Tiba-tiba ia bertemu dengan seorang nasrani yang sedang duduk di depan pintu rumahnya. Oleh karena Nasrani melihat si Fakir menangis, maka ia bertanya kenapa engkau menangis si Fakir menjawab "jangan bertanya tentang keadaan diriku" Nasrani tetap memaksa bertanya sambil bersumpah agar si fakir memberi kabar tentang dirinya.

Kemudian si fakir terpaksa menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dengan seorang qadli. 
Nasrani bertanya "Hari ini hari apa menurut keyakinan orang-orang muslim seperti kamu?" si fakir menjawab hari ini hari Asyura, dan ia menerangkan sebagian dari Barokah hari 'Asyuro. Dari keterangan si fakir itu, hati Nasrani merasa tersentuh dan merasa kasihan kepada kepadanya seraya memberikan roti dan daging yang lebih banyak dari apa yang ia minta dari tuan Qadli dan uang sebanyak 20 Dirham. 

Nasrani berkata "Ambillah ini semua untuk kamu dan keluargamu. Demi kemuliaan hari ini, yang diagungkan oleh Allah pemberian seperti ini akan aku berikan kepadamu setiap bulan" si fakir kemudian pergi menuju rumahnya dengan membawa sejumlah pemberian Nasrani. Setelah bertemu dengan anak-anaknya mereka sangat riang gembira yang sulit untuk digambarkan. Si fakir dan anak-anaknya memanggil-manggil nama Allah sambil berdoa dengan suara yang keras "Wahai Allah Tuhan kami, orang yang telah memasukkan rasa gembira di hati kami maka masukkanlah rasa kegembiraan dihatinya besok di alam akhirat"

 Pada malam harinya tuan Qadli tidur bermimpi mendengar suara yang mengatakan "angkat kepalamu wahai Qadli" tuan  Qadli mengangkat kepalanya. tiba-tiba ia melihat 2 rumah panggung yang terbuat dari bahan bata emas dan perak.

Dia bertanya "Wahai Tuhanku, untuk siapa 2 rumah panggung ini?" kemudian ada jawaban
 "Rumah panggung itu sebetulnya dipersiapkan untukmu, seandainya engkau mengabulkan permintaan si fakir. Akan tetapi karena engkau menolaknya, kedua rumah panggung itu menjadi milik seorang nasrani"

Tuan Qadli terbangun dengan ketakutan sambil berteriak-teriak merasa mendapatkan kerusakan dan kebinasaan. Kemudian ia pergi berjalan untuk menjumpai seorang nasrani. Setelah bertemu dengannya, tuan qadli bertanya "kebajikan apa yang kau lakukan tadi malam?" 

Nasrani menjawab "Mengapa kau menanyakan hal itu?"

kemudian tuan Qadli menceritakan apa yang ia lihat dalam mimpinya seraya berkata "Juallah kepadaku kebajikan yang telah engkau lakukan tadi malam bersama seorang fakir seharga 100.000 dirham"

Nasrani menjawab "Sungguh, aku tidak akan menjualnya walaupun seharga sepenuh bumi berupa emas dan aku akan mengucapkan dua kalimat syahadat yang kau saksikan" kemudian Nasrani itu mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Pada akhirnya Nasrani itu ditetapkan Allah masuk surga dan bertemu denganNya yaitu meninggal dunia dengan membaca kalimat syahadat.


________________________________

Jangan lupa besok puasa 'Asyuro yaaa..

1 komentar:

  1. cerita bagus...
    follow back mbak http://ridous.blogspot.com

    BalasHapus