Senin, 17 Juli 2017

Bantu Korban Bully Dengan Ini


Baru-baru ini kita semua dikejutkan oleh ulah beberapa mahasiswa dari universitas Gunadarma Depok yang membully seorang mahasiswa berkebutuhan khusus. Karena kesal korban bully yang dikenal dengan nama Farhan ini melemparkan tempat sampah. Dan karena itulah, video yang diunggah tersebut diberi caption “Lemparan Tong Sampah Maut”.

Penindasan (Bahasa Iinggris:Bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat emncakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis yaitu secara emosiional, fisik, verbal dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga dan lingkungan. (wikipedia)

Saya pribadi sangat menyayangkan kejadian tersebut, apalagi hal itu dilakukan oleh mahasiswa yang seharusnya sudah matang dalam berpikir dan bertindak.  

Lalu, apa yang harus kita lakukan jika anak kita dibully?  Langkah awal yang paling penting untuk dilakukan adalah membesarkan hati korban bully.  Ya, dengan memberi pengertian dengan contoh nyata akan membuat korban bully terbebas dari gangguan mental. 

Misalnya, pengalaman dari salah seorang motivator "sukses mulia" atau yang akrab dipanggil kek jamil. Beliau dulu sering dibully, tapi orangtuanya membesarkan hatinya dengan memberi perumpaan bahwa dirinya seperti benih jagung yang harus rela dipendam dalam tanah! 

Apakah penderitaan jagung sudah cukup? Ternyata tidak!  Ia butuh pupuk agar tumbuh sehat. Ya, kotoran hewan itu sangat menjijikkan. Baunya tidak enak. Tapi sangat berguna untuk pertumbuhan tanaman seperti dirinya. 

Ketika benih jagung mau "tirakat" dalam tanah dan mau berteman dengan kotoran yang menjijikkan, maka tinggal menunggu waktu untuk "panen" kesuksesan. 

=======
Jangan menunggu korban bully frustasi dengan ketidaksempurnaannya.  Mari peluk mereka,  rangkul dalam kebersamaan yang menumbuhkan rasa percaya diri bahwa terdapat hikmah dalam segala ciptaanNya. 

11 komentar:

  1. Balasan
    1. Daan, berita terbarunya.. Dosennya bilang bahwa itu hanya guyon/candaan.
      Hanya bisa ngelus dada.

      Hapus
  2. Sedih kalau lihat bully bully an. :( Entah bagaimana menumpasnya dari muka bumi ini. :(

    BalasHapus
  3. Pernah mengalami pembullyan buatku merasa 'nyesek' setiap membaca berita tentang hal ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mb.
      Ternyata makin tinggi pendidikan seseorang, belum menjamin kedewasaan ya mb

      Hapus
  4. Saya ndak yakin ada mahasiswa yang bukan siswa biasa, melakukan tindakan kekanak-kanakan gitu. Tapi benera ada ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buktinya sudah terpampang nyata ustadz..
      Hehe

      Hapus