Sabtu, 29 April 2017

Nak, Ibumu = Surgamu!


Betapa mulianya wanita. Tak ada yang bisa menandingi kemuliaan seorang wanita. Surga anak ada dalam ridho orang tua. terutama ibu. Allah sudah menjelaskannya dalam AlQur'an 

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
 Rasulpun juga berwasiat dalam banyak riwayat. 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua. (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)


Bahkan rasul melarang sahabat yang ikut perang jika masih mempunyai orang tua yang masih hidup.
Seorang anak yang dalam keadaan sholat, dalam waktu bersamaan dipanggil oleh ibunya, maka sebaiknya anak tersebut hendaklah memotong sholatnya untuk segera menjawab pannggilan ibunya. Misal Ahmad sedang sholat Dhuhur, pada rokaat kedua ia dipanggil oleh ibunya. Nah, pada roka'at kedua tersebut Ahmad langsung salam setelah tasyahud awal. Dan sholatnya terhitung sholat sunnah.

Lain halnya jika ayahnya yang memanggil. Dalam hal ini, seorang anak tetap harus menyelesaikan sholatnya hingga sempurna sampai salam, baru kemudian menjawab panggilan ayahnya.

Le, gak usah kau cari surga hingga ujung dunia. Karena surgamu itu sangat dekat, Ya, surgamu ada dalam diri IBUMU!

Wallahu a'lam..

Sumber: pengajian KH Jamaludin Tambakberas


6 komentar:

  1. Subhanallah mbak Nia, terimakasih remindernya 😊
    Ibumu, ibumu, ibumu baru ayahmu. Begitu kata Rasullullah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mb nova..
      Tulisan ini juga untuk mengingatkan diri saya pribadi mb.

      Hapus
  2. Selamat wisuda mba Nia...cantiik😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mb..
      Mb hikmah juga cantiiikk...

      Hapus
  3. Mb Nia dan ibunya cantik ya
    Seneng banget masih bisa belajar ya mbak..

    Selamat wisuda, semoga ilmunya bermanfaat ya. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk belajar lagi bun. Hehe

      Aamiin.. Makasih doanya bunda wiwid..

      Hapus