Kamis, 29 Desember 2016

RencanaNya Lebih Indah

Rencana awalnya Sabtu sore mau ke nikahannya mbak Lilis. Besoknya ke nikahannya Asna, lanjut mau ke rumah Ibu di Polehan.

Jam 1 malam, suami pulang dianter dokter. Seperti biasa, mata ini enggan terpejam ketika suami pulang dari klinik. Bukan hanya kangen karena seharian gak berjumpa, tapi karena selalu ada hal baru yang siap diceritakan oleh suami. Gaya ceritanya yang berapi-api gak bakalan membuat ngantuk orang yang mendengarnya. 


Selesai menceritakan pengalaman ruqyahnya, ia langsung berujar
"Besok kita ke Lumajang, mobil sudah siap."

Begitulah, memang rencana kita tak selalu berbanding lurus dengan rencana Tuhan. Buyar sudah rencana yang sudah kususun dan kutulis rapi di buku. 
"Ok!" Jawabku berbinar.

Alhamdulillah, meski belum punya mobil, tapi kami sering naik mobil. GRATIS!
Semoga ini pertanda bahwa kami akan segera memiliki mobil sendiri. Aamiin...



2 komentar: