Kamis, 29 Desember 2016

Lapangkan Hati Agar Tak Salah Arti

Jangan ditelan mentah-mentah yaaaa....


Seorang pemuda datang kepada orang tua bijak. Ia mengeluhkan tentang kehidupan yang selalu tak berpihak kepadanya. kesialan demi kesialan terjadi. Orang tua bijak tersebut hanya mengangguk-anggukkan kepala, lalu ia mengambil sesuatu di dapur.

Tak lama, ia suguhkan segelas air putih dan ia taburi dengan segenggam garam. Sang pemuda terkejut ketika pak tua itu menyuruhnya untuk meminum air dalam gelas. Namun ia tak berani menyanggah. Ia turuti permintaannya.

"Bagaimana rasanya?" Tanya Pak tua.
"Asin!" jawab sang pemuda. Pak tua bijak hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Ayo ikut aku" ajaknya. Sang pemuda mengikuti langkah pak tua yang berjalan menuju danau tak jauh dari rumahnya. Anehnya, gelas dan garam tetap ia bawa.

Pak tua melemparkan sisa garam yang ia bawa ke dalam danau dan mengaduknya dengan tongkat.
"Ambillah air dengan gelas ini."
Sang pemuda menuruti perintahnya.
"Bagaimana rasanya?"
"Segar!"
Tulisan "Kepanjen Kota Hijau" yang berada di sebelah pemandian Metro

"Masalah itu ibarat garam, gelas dan danau adalah pikiran kita. Jika pikiran kita sempit, kita akan merasakan segala sesuatunya menjadi buruk. Tapi jika pikiran kita lapang atau luas seperti danau ini, maka hidup kita akan tenang. So, enjoy aja menjalani hidup.. Selama apa yang kau lakukan itu benar dan tidak melanggar aturan Allah, maka masalah  yang kau hadapi akan meningkatkan derajatmu. InsyaAllah.."

________________________________________________________________________________

Seringkali kita salah paham dengan omongan atau opini orang lain. Mulailah membuka pikiran lebih jauh..luaskan pikiran, luaskan hati, agar kita tak salah arti..

2 komentar:

  1. Ya Allah... Aku merasa tertampar jadinya. Masalah dikit rasanya sangat suntuk. Itu karena pikiranku sempit ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi mb, hehe..
      aku juga sering begitu. Perlu dilonggarin ternyata,xixi

      Hapus