Senin, 31 Oktober 2016

Mau Bisnis? Tiru Prinsip Ayam Kampung


Seseorang menyarankan kami yang baru membuka usaha es degan untuk membesarkan usaha kami dengan modal pinjaman bank.  Ia bercerita bahwa pengusaha jaman sekarang, kalau tidak dibantu dengan hutang, gak bakalan maju, gak bakalan besar, gak bakalan sukses.



Tahukah kamu apa yang terjadi pada orang tersebut? mobil pick up yang ia beli secara kredit, disita karena tidak bisa membayar angsuran. Padahal kurang 8 kali angsuran saja loh..

Kalo kata kang Rendy sih,  bisnis itu jangan dipaksa untuk besar secara instan. Ibarat ayam,  jadilah ayam kampung yang kuat. Ia besar secara alami. Memang butuh waktu agak lama, tapi ketahanan tubuhnya benar-benar teruji.

Enggak seperti ayam broiler yang dipaksa besar sebelum waktunya, ia rentan terhadap penyakit. Denger suara petir aja dia sudah stress. Denger suara petasan ia kena stroke dan mati! Hehe..

Mau berbisnis? Tirulah prinsip ayam kampung.  Ok?
;)

8 komentar:

  1. Betul, Mbak Nia. Bisnis memang tidak boleh dipaksa untuk besar secara instan, sebab nanti yang rugi kita sendiri. Aku pernah mengalami juga, langsung bisnis dengan modal gede. Bukannya untung malah bisnisku kolaps. Pelajaran sangat berharga buatku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kah mb nova? Bisnis apa itu?
      Tapi pengalaman itulah yg membuat kita lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan..

      Hapus
  2. aku perlu belajar nih dari ayam kampung.. biar lbih jantan.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan hanya jantan, tapi juga harus tangguh..
      Jadilah pejantan tangguh.. #sambil nyanyi, hehe

      Hapus
  3. Betul mbak, usaha klo pake modal utang ngeri euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb wid..
      Ngeri-ngeri sedaaappp..
      Sedap di awal, ngerinya belakangan.. Hehe

      Hapus