Rabu, 28 September 2016

Ruqyah


Ruqyah menurut bahasa adalah perlin­dungan. Sedangkan menurut istilah syariat Islam, ruqyah adalah bacaan yang terdiri dari ayat al-Qur’an dan hadits yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang yang sakit. Dalil keberadaan ruqyah dalam al-Qur’an adalah firman Allah yang artinya: ”Dan kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (al-Isra’: 82).
Adapun dalil dari hadits banyak sekali, diantaranya adalah: Aisyah radhiallahu'anha bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau memerintahkan, ”Obatilah ia dengan al-Qur’an.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shohihnya no. 1419).

Ruqyah dalam pengertian bahasa sudah ada sejak sebelum diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, bahkan ada yang mengatakan keberadaan ruqyah seiring dengan keberadaan manusia sendiri. Untuk itulah dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah menyeleksi ruqyah-ruqyah yang dimiliki para shahabat, barangkali ada bacaan ruqyah mereka yang tidak sesuai dengan Aqidah Islamiyah. Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata, “Kami pada zaman jahiliyyah pernah melakukan ruqyah, apa pendapat Anda wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Perdengar­kanlah ruqyah kalian kepadaku, ruqyah itu tidak apa-apa selama tidak bermuatan syirik.” (HR. Muslim, no. 2200).

Adapun kegunaan ruqyah, ruqyah itu sendiri terbagi menjadi dua jenis:

Pertama, ruqyah penjagaan atau perlindungan.
Yaitu ruqyah yang dibaca oleh orang yang sehat (tidak diganggu jin) bertujuan meminta perlin­dungan kepada Allah agar dijaga dari gangguan jin atau syetan. Ruqyah jenis ini senantiasa dilakukan oleh Rasulullah, terutama menjelang tidur dengan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas.

Aisyah bercerita, “Rasulullah apabila merebahkan tubuhnya di pembaringan, beliau meniup ke kedua telapak tangannya seraya membaca surat al-Ikhlas dan al-Mu’awwidzatain (an-Nas serta al-Falaq), lalu mengusapkan ke mukanya dan seluruh tubuhnya yang bisa dijangkau.” (HR. Bukhari, no: 5748). Dan ditam­bah ayat kursi serta dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah. Rasulullah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur di pembaringan, bacalah ayat kursi sampai tuntas, karena Allah senantiasa men­jagamu dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari, dari Abu Hurairah).

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah pada saat malam hari, maka cukuplah baginya (sebagai perlindungan).” (HR. Bukhari, no. 4008, dari Abu Mas’ud).

Kedua, ruqyah pengobatan.
Yaitu apabila diri kita merasa sakit maka kita baca ruqyah untuk memohon kesembuhan dari Allah, atau kita bacakan kepada saudara kita (orang lain) yang sedang sakit agar cepat disembuhkan oleh Allah. Malaikat Jibril pernah meruqyah Rasulullah yang sedang sakit. Aisyah berkata, “Apabila Rasulullah merasa sakit, datanglah malaikat Jibril meruqyahnya dengan do’a (yang artinya), “Dengan nama Allah yang membebaskan­mu, menyembuhkanmu dari segala macam penyakit, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki, dan dari kejahatan pemilik pandangan yang berbahaya.” (HR. Muslim).

Untuk ruqyah penjagaan seharus­nya setiap muslim bisa melakukannya sendiri, baik laki maupun perempuan tanpa dibantu oleh orang lain,  atau biasa disebut dengan ruqyah mandiri

Tapi untuk ruqyah pengobatan, memang ada banyak hal yang harus diketahui oleh peruqyah yang berkaitan dengan sikap dan teknik penanganan apabila terjadi reaksi-reaksi dari pihak si pasien, atau tidak tampak reaksinya tapi pasien merasakan adanya penyakit dalam dirinya.

Maka dari itu untuk melakukan ruqyah pengobatan, peruqyah tidak hanya bermodal hafalan bacaan-bacaan ruqyah yang baik dan benar, tapi juga membutuhkan ilmu-ilmu penunjang lainnya.

13 komentar:

  1. Masih sama... Selalu terdengar menakutkan untukku.

    BalasHapus
  2. wihh keren, makasih penjelasannya mbak nia

    BalasHapus
  3. Aku gak berani ruqyah dengan pengobatan itu. Takut aja dengernya...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      Padahal prosesnya itu cuma dibacain AlQur'an lho dhe nik..
      Jadi kita cuma ndengerin aja..
      Hehe

      Hapus
  4. Balasan
    1. Hahaha, mas heru takut juga?
      Padahal ga diapa-apain loh mas..

      Hapus
  5. kirain aku doang yang takut
    hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Takutnya berjamaah ternyata yaa..
      Xixixi

      Hapus
  6. kirain aku doang yang takut
    hahahaha

    BalasHapus