Sabtu, 24 September 2016

Lelaki Kamboja

Lelaki kamboja
Lelaki ini, pintar banget kalau suruh membaca peluang. Ketika dia menjabat sebagai ta’mir di masjid pesantren, ia memutar otak agar santri yang memang diwajibkan sholat malam, tak mengantuk ketika melaksanakan kewajibannya tersebut. Lahirlah sebuah kafe yang ia beri nama cafe Fajar. Benar saja apa yang ia prediksikan ternyata para santri senang dengan kehadiran cafe Fajar. Yang biasanya mereka mengantuk ketika melaksanakan sholat malam, sekarang udah enggak. Mereka sholat dalam keadaan segar, karena di cafe Fajar tersedia kopi dan camilan untuk menghilangkan rasa kantuk.


Setelah menjadi Ta’mir, ia pindah bagian. Bukan lagi di masjid. Dan iapun membaca peluang. Ketika bunga gelombang cinta begitu marak, menjual bunga menjadi salah satu kegiatannya. Awalnya dia bekerja sama dengan teman yang menjadi tetangga pondok, tempatnya mengajar. Semakin hari, semakin laris aja bunga yang ia jual. Sampai akhirnya, ketika kulakan bunga ke Lumajang, sang teman diajak pula.
Terinspirasi dari nama pujaan hatinya

Yang tidak ia prediksi dan tak ia sangka adalah, sang teman menjegalnya dari belakang. Karena bisnis bunga yang ia jalankan berlokasi di tempat temannya, dengan mudah sang teman menggeser semua bunga miliknya dan mengganti dengan bunganya sendiri.
Semangatnya menggebu-gebu

Dalam kegundahannya tersebut inilah, sang ustadz memberanikan diri untuk konsultasi dan mengutarakakn uneg2nya kepada kyai. Tak disangka, sang kyai malah memberinya jalan. Kyai memberikan tempat tepat di bagian depan pondok pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Alhamdulillah...
Santri Niha'ie(entah tahun berapa) :) 

Bahkan ketika santri melakukan study ekonomi, beliau jadi narasumber ketika ada studi ekonomi pada santri kelas akhir. 

10 komentar: