Jumat, 30 September 2016

Lelaki Kamboja 3


Menikah dengan sang belahan hati tak lantas membuatnya bahagia. Bentakan demi bentakan dari istrinyapun sering ia terima. Apalagi, saat ini ia masih belum bekerja. Setelah menikah, ia dapat ultimatum dari sang istri. 

“Aku gak mau numpang di rumah orangtua. Aku juga gak mau tinggal di rumah mertua.” 

Tiga hari mencari kontrakan dekat kantor tempat kerja istrinya, tapi tak jua ketemu. Nyari kontrakan ternyata ga semudah membalikkan telapak tangan. Akhirnya, di hari ketiga, langsung nyari kost. Esoknya, segera ia pindah dari pondok indah mertua menuju rumah kost, yang ia harapkan jadi surga bagi keluarga.


Tinggal di kamar sempit dengan satu lemari dan satu dipan. Kegiatan sehari-harinya antar jemput istrinya bekerja dan nderes AlQur’an. Sampai pada suatu ketika, lelaki kamboja mengutarakan sesuatu yang membuat sang istri sadar. Sejak itu istrinya tak pernah lagi membentak, tak pernah lagi marah-marah. Aah, betapa sekeras apapun hati, ia akan luluh dengan komunikasi dan kelemah-lembutan. 

Sambil tanya kanan kiri kantor, sang istri akhirnya mendapatkan info sebuah rumah kosong yang mau dikontrakkan. Satu juta per tahun. Ahhh, akhirnyaa..

Setelah beberapa lama menganggur, datanglah seorang lelaki menawarkan kerjasama. Pengrajin emas di Lumajang menawari lelaki kamboja untuk menjualkan emas dagangannya. Tak lupa ia sisipkan iming-iming yang menggiurkan agar ia menerima tawaran tersebut. 
Njaga salah satu toko

Dua tahun berlalu, tapi kehidupan lelaki kamboja tak kunjung membaik, walau emas dan perak ia jajakan hampir di tiap sudut pasar Jawa timur dan Bali. Seolah ia hanya gali lubang tutup lubang menjalani bisnis emas perak ini. Dua toko telah ia punyai, tapi tetap saja kondisi keuangannya selalu minus. 

Melihat perkembangan yang begitu buruk, sang pengrajin memutuskan kerjasamanya. Ia dengan serta merta menghitung semua yang telah ia berikan kepada lelaki kamboja dan menambahkan beberapa juta sebagai bunganya. 
gelang emas model Bangkok

Ia lunglai. Tak disangka kerjasama yang ditawarkan akan berakhir seperti ini. Persahabatan yang ditawarkan di awal hilang. Segera saja ia menjual semua aset yang ia punya. dan ia, beralih profesi sebgai penjual es.
Terseok-seok ia memperbaiki kondisi ekonominya. Tapi ia tetap kuat, pantang baginya jika harus numpang makan terus sama sang istri. 

5 komentar: