Minggu, 28 Agustus 2016

Gelembung di Paru-Paru Hilang


Seorang perempuan, panggil saja Namanya Fitri merasakan sakit di dada yang amat sangat. Melihat kondisi sang ibu, anaknya, sebut saja namanya Malik yang memang setiap maghrib mengaji pada seorang ustadz meminta do’a agar sang ibu diberi kesembuhan. Sepulangnya mengajar, sang ustadz berkunjung ke rumah Malik dan membawakan madu yang telah ia ruqyah. Melihat kondisi ibu Fitri, sang ustadz menyimpulkan bahwa sakitnya adalah ada campur tangan ghaib. Bukan tanpa sebab ia menyimpulkan seperti itu. Dari tanda-tanda yang ia dapati seperti mual dan ingin muntah setelah minum madu ruqyah.

Tanpa menunggu waktu lebih lama, sang ustadz meminta izin kepada suami bu Fitri untuk meruqyah bu Fitri. Baru beberapa waktu diruqyah, bu Fitri sudah memuntahkan cairan seperti lendir beberapa kali. Suami bu Fitri melihat istrinya diruqyah seakan tak percaya, sungguh di luar logika. Hanya dibantu dengan tiupan dari sang ustadz, istrinya muntah. Ia tak habis pikir, ternyata betapa doa dan bacaan AlQur’an mengandung kekuatan dahsyat. 
Setelah ruqyah berjalan beberapa waktu, bu Fitri mengemukakan bahwa dadanya sudah agak plong dan tidak sesak. Alhamdulillah...

Ibu Fitri, tanpa diminta langsung bercerita tentang penyakit yang ia alami. Ia merasakan sesak yang sangat dan sempat ia periksakan ke dokter. Setelah di cek ke laboratorium, ternyata ada cairan yang menggelembung di paru-paru. Menurut dokter, kemungkinan besar adalah efek dari obat yang ia konsumsi untuk program hamil. Jadi ia salah minum obat. Sebelumnya memang bu Fitri sakit perut dan sempat diberi obat oleh bidan, tapi ternyata sepertinya sang bidan salah diagnosa sehingga obat yang ia berikan berefek pada paru-parunya.

“Sekarang jangan konsumsi obat ya Bu, lebih baik minum madu saja. Madu ini sudah saya ruqyah, jadi kalau setelah ibu Fitri minum madu ini merasa mual atau pengen muntah, muntahkan saja. insyaAllah itu pertanda bahwa penyakit yang ada dalam tubuh Bu Fitri keluar. Campurkan 2 sendok madu dengan 150ml, kira-kira setengah gelas kecil air hangat. Seperti yang saya buatkan tadi. Langsung diminum hangat-hangat. Jangan lupa niatkan agar penyakit Bu Fitri disembuhkan oleh Allah. Waktu yang paling bagus untuk minum madu adalah sebelum tidur dan setelah bangun tidur, ketika perut masih kosong.” Sang ustadz menjelaskan panjang lebar. Dijawab dengan anggukan setuju bu Fitri dan suaminya.

3 minggu berlalu. Bu Fitri dan suaminya berkunjung ke rumah ustadz.  

“Ustadz, Alhamdulillah barusan saya dari rumah sakit.”

Sang ustadz tak mengerti mengapa Bu Fitri bilang Alhamdulillah padahal dari rumah sakit.

“Siapa yang sakit bu?” tanyanya

“Tadi saya ke rumah sakit bukan menjenguk orang sakit ustadz, tapi mengambil hasil lab. Alhamdulillah, cairan dalam gelembung yang ada dalam paru-paru saya sudah tidak ada. Hanya ada bercaknya saja, bekas gelembungnya. Kata dokter, tidak mengganggu pernafasan saya. Dan saya merasakan, saya sudah tidak pernah merasa sesak lagi. Oya, madu saya habis. Saya mau beli lagi” 


“Alhamdulillah, Allah yang memberi kesembuhan Bu. Jangan lupa Shalatnya dijaga. Jadikan shalat dan sabar sebagai jimat. Nggak usah jimat yang lain. Karena dengan kita mendekat kepada Allah, Allah nggak akan rela kita diganggu. Allah pasti akan menjaga kita.”

6 komentar: