Senin, 08 Agustus 2016

Ayah, Bunda, pulanglah!



Mungkin di benak kita hari ini, yang paling penting adalah bagaimana mengumpulkan uang atau materi untuk biaya pendidikan anak. Mungkin sebagian dari kita juga setuju, bahwa pendidikan itu sangat penting. Tapi tahukah engkau ayah, bunda, bahwa pendidikan anak itu bukan sepenuhnya tanggungjawab sekolah tapi di sana terdapat pula peran orangtua dan sangat berpengaruh pada karakternya. Jadi antara sekolah dan orang tua harus saling bersinergi, harus saling bekerja sama dalam mendidik anak.



Kejadian ini kami temui di lapangan. Ketika ada seorang anak SMK, diejek teman-teman barunya di sekolah dan tiba-tiba saja dia kerasukan. Pihak keluarga pun mencari seorang peruqyah. Suami dipanggil untuk membantu mengeluarkan jin yang merasuki tubuhnya. Ketika baru saja suami masuk ke rumahnya dan mulai membacakan ayat-ayat ruqyah tanpa disangka ia langsung bereaksi dan mengunci kaki suami dengan kakinya sehingga tidak bisa bergerak. Untungnya sang peruqyah bisa silat sehingga bisa mengetahui titik kelemahannya.
Dalam keadaan terjepit, ia tetap membacakan ayat-ayat ruqyah. Jin yang merasuk kedalam tubuh anak ini sangat kuat. Butuh waktu kurang lebih dua jam untuk melumpuhkan kekuatannya dan setelah sadar, ia menangis dan merasa kesakitan.

Usut punya usut, ternyata dia tidak tinggal bersama orang tuanya tetapi bersama kakek neneknya. Orang tuanya merantau. sang ayah pergi ke Kalimantan dan ibunya berada di Jakarta. Rupanya kakek-neneknya tidak tahu ia keluar bersama siapa dan juga tidak tahu bahwa anak ini ikut dalam sebuah perguruan. Ia belajar ilmu kanuragan/ kedigdayaan. Sayangnya ia masuk dalam perguruan yang salah, perguruan yang ia ikuti ternyata bekerjasama dengan jin sebagai perantara kedigdayaannya.

Sang peruqyah menyarankan kepada keluarga, agar sang anak dengan kesadarannya sendiri melepaskan Jin yang terlanjur bekerjasama dengan dirinya.

Ayah, Bunda, pulanglah! anakmu menunggu pelukan darimu.. sebab anak bukan hanya butuh harta, bukan hanya butuh materi tapi yang lebih berharga dari itu semua adalah kasih sayang dari orang tua. Anak bukan robot yang bisa hidup dengan sistem tapi ia adalah manusia yang juga bisa bertumbuh. Dalam pertumbuhannya ia butuh kasih sayang dan perhatian. Jangan sampai kasih sayang dan perhatian itu ia dapatkan dari orang yang salah.

Ayah, Bunda, pulanglah..!!

3 komentar:

  1. Aku nulisnya juga merinding mb, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi sama anak keturunan kita ya bun..

    BalasHapus
  2. Aku nulisnya juga merinding mb, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi sama anak keturunan kita ya bun..

    BalasHapus