Selasa, 17 Mei 2016

Tirakat



Seorang lelaki sedang berbahagia mendapati istrinya melahirkan. Sebut saja namanya Dani. Bagaimana tidak, sekarang ia sudah menjadi seorang ayah. Saking sayangnya, sampai-sampai ketika anaknya rewel di malam hari, ia menemani istrinya. Ia tahu betul pengorbanan istrinya untuk melahirkan bayi mungil itu. Ia tak tega jika membiarkan sang istri mengurus buah cinta mereka sendirian. Selama 40hari lebih ia tak tidur. 

Nah, suatu malam, ketika jenuh di dalam rumah ia keluar dan mendapati 2 bocah kecil tanpa baju, hanya pakai celana dalam. Ia langsung memegang tangan keduanya, sambil berteriak “ Hei, ini anaknya siapa? Malem-malem kok berkeliaran di luar!” 
Betapa kaget tetangganya. Karena penasaran, mereka berkumpul mengelilingi Dani. 


“Mana anaknya?”
“Ini yang aku pegang..” 

Dan ternyata, tak ada satu orangpun yang bisa melihat 2bocah itu kecuali Dani. 

“Coba tanyain, dia anaknya siapa?” saran yang lain. 

Dua bocah itu enggan memberitahu siapa “orangtua”nya, tapi setelah diancam akan diikat dan tidak akan dilepas mereka mengaku bahwa yang mengasuh mereka adalah seseorang yang tinggal di desa sebelah.
#             #             #

Bayangkan, hanya dengan tidak tidur saja Allah beri kelebihan kepada Dani, apalagi jika Dani mau menggunakannya untuk beribadah. Allah pasti memberikan “sesuatu” yang lebih dahsyat dari itu.
Ada yang pernah bilang “orang dulu itu bacaan AlQur’annya kurang fasih, tapi do’anya mandi alias mustajab. Kenapa?”
“Karena orang dulu itu, kuat tirakatnya. Betah luwe, betah melek. Dan mantep(yakin) terhadap do’anya.”
Istilahnya, mereka kuat ngempet(menahan) nafsu. Dan Allah pasti memberi hadiah atas mereka yang mampu menahan nafsunya.

Teman, yuk mulai sekarang kita belajar tirakat. Caranya?

Tidak menuruti semua keinginan kita.


Misal, ingin beli baju A, B, C. Cukuplah kita beli baju A saja dan uang yang semula kita anggarkan untuk beli baju B dan C kita sisihkan untuk sedekah.
Atau, kalau biasanya kita bangun setelah adzan subuh, mulai sekarang, belajar membiasakan diri untuk bangun jam 3. Setidaknya, kita masih bisa shalat tahajjud dan witir. Minta pada Allah apa yang kita inginkan. Insyaallah, Allah akan memberi “jawaban” yang terbaik. Entah dengan mengabulkan do’a atau bahkan memberikan lebih dari yang kita panjatkan. baca juga Cara Mudah Bangun Malam


Siaapp??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar