Sabtu, 09 April 2016

Jalan Tengah Menghadapi Kelompok Abu Sayyaf



Sandera yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap 10 awak kapal Indonesia membuat seluruh elemen masyarakat berdebar menanti keputusan dari pemerintah. Terlebih keluarga korban. Pasalnya sang penyandera meminta uang tebusan yang tidak sedikit. 50juta peso atau jika di kurs kan sekitar 14,3 miliar Rupiah. Apa yang akan dilakukan penyandera jika permintaannya tidak dituruti?? Kemungkinan terburuknya adalah dibunuh.


Seorang mantan teroris yang dikenal dengan nama Umar Patek menyatakan bahwa ia bersedia untuk menjadi negosiator. Dalam rekam jejaknya, ia pernah bergabung pada kelompok Abu Sayyaf dari tahun 2003 sampai tahun 2009. Bahkan, ia pernah didapuk sebagai salah satu anggota Majelis Syura Abu Sayyaf di bawah pimpinan Khadaffy Janjalani pada 2005-2006.

"Saya mengenal baik mereka. Dengan berdasarkan rasa kemanusiaan, saya menawarkan diri membantu pemerintah karena imbauan Pemerintah Indonesia melalui bantuan Pemerintah Filipina tidak akan efektif. Abu Sayyaf menganggap Filipina sebagai musuh," kata Umar.
Ia menambahkan, posisi tawar 10 WNI cukup besar. Sebab, mereka berasal dari Indonesia yang notabene negara Muslim dan menjunjung tinggi keragaman agama.
Semoga, rencana ini berlangsung lancar tanpa ada kendala. Dan semoga langkah ini menjadi win win solution bagi kedua belah pihak. Aamiin..

Sumber foto: http://news.detik.com/berita/3174675/penampakan-kapal-yang-diserang-kelompok-abu-sayyaf-dan-10-wni-awaknya-disandera
Sumber rujukan: http://nasional.kompas.com/read/2016/04/08/10283311/Umar.Patek.dan.Pembebasan.Sandera.Abu.Sayyaf?
#ODOP

#Tantanganminggukedua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar