Kamis, 18 Februari 2016

Mainkan!

Sempet gondok mendengar omongan miring tentangku. Bukan hanya bisik-bisik, tapi sudah dalam bentuk woro-woro. Dan aku mendengar sendiri penuturannya yang menurutku lebih ke arah tuduhan. Kebetulan waktu itu ada acara yang menyebabkan kami semua berkumpul di satu tempat untuk membantu. Otomatis, semua saudara berkumpul. Pengennya sih, langsung membantah pernyataan buruknya. Tapi buat apa?? Ah, anggap aja dia sedang mendoakan aku. Berhari-hari tak bisa melepaskan ingatan buruk tersebut, ihhh..sulitnya minta ampun. Biasalah, cewek emang sukanya baper,hehehe.. 


ndilalah, aku membaca sebuah artikel yang benar-benar membuatku sadar. Sadar-sesadarnya. Bahwa hidup itu cuma permainan. Ibarat main sepakbola, Biarkan komentar pedas komentator mewarnainya. Saling jegal menjegal itu pasti ada. Saling rebut bola, itu biasa. Tanpa ada itu semua, keahlian kita takkan pernah meningkat.

"Dan ketika kita terjatuh karena dijegal, kita pun tidak boleh sibuk mencari siapa yang menjatuhkan kita. Tapi harus bangkit kembali dan mencari bola untuk direbut kembali. Kalau seandainya kita sibuk mencari siapa yang menjatuhkan kita, lalu melakukan provokasi dan berkelahi, tentu permainan akan dihentikan. Bahkan bisa jadi kita akan mendapatkan "kartu merah".

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Ya, ikuti saja aturan mainnya.  Mengerahkan segala kemampuan kita untuk bermainan dengan permainan terbaik yang kita bisa. Tanpa harus peduli dengan sorakan penonton, atau komentar pedas komentator. Apalagi sudah jelas, la yukallifullahu nafsan illa wus'aha. 

Ya, hidup itu memang hanya sebuah permainan.
innamal hayatu al-dunya la'ibun wa lahwun

Jangan takut! Jangan Ragu! Lakukan yang terbaik! Kita pasti bisa! Mainkan !”


Pikiranku langsung plong... karena aku menganggap dia sebagai komentator dalam permainanku. Beres. Sekarang, aku harus fokus dalam permainan. Fokus dalam menaati aturanNya. 

kamu pernah ngalamin juga? share dong...

9 komentar:

  1. gw sering diomongin orang dibelakang...,
    ya gw heran kok mereka sempet2nya ngomongin gw. apa mereka gak punya produktifitas lain yang lebih bermanfat?
    yah, gw sadar. karena mereka kurang aktifitas yang bermanfaat sehingga waktu luangnya menggerogoti mereka dengan hal-hal yang negatif

    BalasHapus
  2. Ya, itulah hidup. Kita mah cuma aktor :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting bukan jadi artis dadakan ya jeng..hehe

      Hapus
    2. yang penting bukan jadi artis dadakan ya jeng..hehe

      Hapus