Kamis, 17 Oktober 2019

Ajaibnya Pengobatan Akhir Zaman (PAZ)


Pertama kali mendengar istilah paz yaitu dari status teman facebook yang lewat di beranda. Beliau membagikan momen ketika acara workshop berlangsung. Ada pasien yang sedang sakit benjolan  yang oleh dokter disuruh untuk operasi, tapi ketika acara berlangsung beliau langsung meraskan benjolannya mulai mengecil. Masyaallah..

Tak lama, saya langsung menghubungi contact person untuk mengetahui info lengkap tentang terapi ini. Terapi ajaib, yang tanpa menggunakan obat bahkan tanpa menggunakan obat. Saya ikuti semua yang dishare di youtube.
Sepertinya ini penemuan baru, dan amazing. Aha! Peluang baru nih. Tanpa ijin ke suami, saya langsung daftar kelas basic yang acaranya digelar di Jogja. Yes, saya daftar untuk suami saya, yang belum tau apa itu PAZ. Hahaha. 

Pikir saya, ini kesempatan langka. Dan kesempatan tak bakal datang 2 kali. Xixixi
Makin saya liat chanelnya, makin saya kagum sama penemu gerakan ini. Penemunya adalah ustadz Haris yang sudah lama tinggal di Belanda. Saya kagum sama beliau, karena prinsip hidup yang beliau pegang. Beliau ingin dalam hidupnya, bermanfaat untuk banyak orang. Menjadi sebuah beban moril jikalau ilmu yang sangat bermanfaat ini tak bisa dijangkau oleh banyak orang. Ilmu sederhana yang sangat luar biasa!

Awalnya, beliau menggratiskan seminar atau workshopnya. Tapi setelah beberapa kali mengadakan seminar secara gratis, namun orang yang ikut tampaknya tidak mengaggap serius. Di jam awal, yang ikut sangat banyak, tapi setelah istirahat, lebih dari separoh  yang meninggalkan kelas.
Karena hal itulah, sekarang seminar atau workshopnya menggunakan sistem berbayar yang harganya lumayan. 

Sambil melihat youtube, saya kerasin volume agar suami juga ikut mendengar. Dan jelas saja, ternyata suami lama-lama juga tertarik dan ikut menyimak. Saya berapi-api menjelaskan tentang terapi pengobatan akhir zaman ini. Yang benar-benar tanpa alat dan tanpa obat. Dan yang terpenting hal ini bersumber dari AlQur’an. 

Yes, suami ternyata juga tertarik untuk mengikuti workshop tersebut.
Ok, sekarang tinggal mikir transport dan nginap dimana ketika malam. Karena acaranya berlangsung selama 2 hari full. Mulai jam 8 sampai jam 5 sore. 

Segera saya cari info lewat traveloka, untuk transport ke Jogja. Yang paling aman adalah pakai kereta. Selain dekat dari stasiun, juga ga usah berhenti dimana-mana. Langsung njujug ke stasiun tujuan. Oya, ketika sudah mendaftar, kita langsung dimasukkan dalam grup wa. Jadi disana nanti ada info seputar penginapan atau transportasi menuju lokasi. 

Alhamdulillah, semuanya seolah dipermudah oleh Allah. Setelah pesan tiket, h-1 sebelum acara, kami sekeluarga ke stasiun kepanjen. 
Ternyata mudah banget nyetak tiket kereta apinya. Katrok euy..xixixi..
Awalnya saya nanya ke satpam yang jaga. "Mau nyetak tiket pak." jawabku ketika ditanya penjaganya. Ternyata tinggal di scan aja, trus muncul tulisan cetak. Tinggal di klik deh. 
Karena saya pesan tiketnya untuk pulang pergi, jadi tiket kedua, saya nyetak sendiri. Ga minta bantuan pak satpam. Hehe.

Enaknya bepergian pake kereta, kita jadi tahu jadwal berangkat lengkap sama perkiraan nyampai di tujuan. Biasanya 90% tepat waktu. Jika tak ada halangan di jalan. 

Dua jam sebelum jadwal kereta berangkat, kami ke stasiun lagi. Mengantar kepergian suami selama 2 hari ini, bener-bener bikin aku merasa kehilangan, seolah suami mau kemana gitu. Maklum, saya belum pernah ditinggal lama sama suami sejak melahirkan fatih. Hehe, lebay dikiiit...

Sesampainya di Jogja, suami wa, menginfokan sudah berada di lokasi. Jam 4 subuh. Padahal acara berlangsung mulai jam 8 pagi. Semangat banget.. xixixi..jam 7.38 suami wa lagi. Sambil ngirim foto selfie berada di ruangan. Alhamdulillah...

Ya Allah, bersyukur banget, suami bersemangat kayak gini. Karena beberapa hari yang lalu belliau sudah down dan sempet ga ingin mengikuti acara ini karena kami masih punya tanggungan yang harus diselesaikan. Dan memang, kami harus memprioritaskan yang paling utama. Menuntut ilmu, jadi pilihan utama saya.

 Bukannya apa, ilmu ini sangat penting dan sangat menunjang bagi suami yang sudah terjun dalam hal pengobatan. Selama ini suami sudah berkecimpung dalam dunia pengobatan non medis. Penyakit-penyakit yang biasanya tak terdeteksi oleh kecanggihan alat-alat kedokteran. Yups, suamiku adalah seorang peruqyah. Yang menangani berbagai kasus klenik. Nah, saya pikir, lengkap banget jika beliau juga bisa membantu mengatasi pasien dengan keluhan medis. Atau masalah klinik. 

Sore, saya coba menghubungi suami. Gagal. Ah, mungkin masih sibuk. Baru setelah isya’ suami telpon. “MasyaAllah dek, ilmunya nampol banget. Bener-bener ajaib!”
Tadi ada seorang dokter yang bermasalah dengan jantung. Ketika diterapi waktu  praktek, beliau malah terasa sakit. Sepertinya salah diagnosa. Baru kemudian dipanggil ke depan. Diberi penjelasan oleh ustadz Haris. Gerakan ini memang mudah, tapi kalau salah diagnosa, memang malah bikin tambah sakit. Dan hebatnya lagi, penyakit itu bisa di on off kan. Tadi dipraktekkan juga ketika sang dokter disuruh untuk melakukan gerakan kebalikannya, langsung jatuh tersungkur.”

Aku yang mendengar cerita suami lewat telp ikut bahagia. Ada haru yang membuncah dan tak bisa kuungkapkan dengan  kata-mkata. Alhamdulillah, berarti aku bisa menjerumuskan suami ke dalam tempat yang tepat. Hehehe..
Bersyukur sekali bisa mendapatkan info tentang paz ini lebih dini. Sepertinya Allah sedang menyiapkan skenario terbaikNya kepada keluargaku. Alhamdulillah...

Sepulangnya dari workshop, suami langsung bersemangat nerapi anak kami. Atih rahmat Aly. Ada benjolan disekitar kemaluannya. Orang bilang, hernia. Dulu, waktu aku periksain ke dokter, harus dioperasi. Saya dan suami bersepakat untuk tidak melakukan tindakan tersebut. Suami hanya bilang, kita kurangi penyebabnya. Benjolan itu akan semakin nampak ketika dia menangis dan teriak kencang dalam keadaan marah. Oke, fix. Dan sampai saatnya tiba, kami menemukan ilmu baru tentang PAZ (Pengobatan Akhir Zaman) ini. Keajaiban langsung menghampiri kami. Benjolan berangsur-angsur mengecil dalam beberapa kali terapi saja. Alhamdulillah..

Seperti biasa, di rumah selalu ada tamu yang bertandang. Tamu kami saat itu, adalah seorang perempuan yang mengeluh sakit pada bagian perutnya. Tak kunjung sembuh. Sudah mencoba ke dokter, katanya kista. Harus dioperasi. Pernah juga berobat ke paranormal, katanya sakit karena diguna-guna. Akhirnya ke rumah, mencoba terapi dengan ruqyah. Karena suami sudah mengantongi ilmu untuk kedua jenis tersebut, maka didiagnosa langsung. Secara klenik disuruh minum madu ruqyah, dan dilihat pula dengan diagnosa pengobatan akhir zaman (PAZ) untuk mengetahui penyakit kliniknya. 

Ternyata setelah didiagnosa, beliau memang terkena penyakit medis. Tak ada guna-guna. Tak ada ilmu klenik. Disuruh melakukan beberapa gerakan sebai terapinya. Dan alhamdulillah, sudah nampak hasilnya sejak terapi pertama ini dilakukan. Orangnya sampai terheran-heran. Beliau nangis haru, bahkan sampai tanya kepada suami, apa ini sulap? Hahaha.. saya yang mendengar hanya bisa tertawa bahagia. 

Bukan bu, ini bukan sulap juga bukan sihir. Tapi, memang Allah menciptakan kita sebaik-baiknya ciptaan. Tubuh jangan sampai di operasi, yang artinya merubah ciptaan Allah. Jadi dalam tubuh ibu ini, ada pluntiran. Nah, peluntiran inilah yg menyebabkan adanya benjolan di tubuh ini. Kembalikan posisi yang kurang pas tadi, kembali seperti sedia kala, insyaallah tubuh akan tetap sehat. Biidznillah. 

Bagi teman-teman yang butuh info tentang paz dan terapist PAZ terdekat bisa klik https://pazindonesia.com/klinikpaz/

Sabtu, 14 September 2019

Keseruan Acara Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Masjid Nurul huda Jatikerto Kromengan Malang


Tak ada yang lebih indah dan menentramkan hati selain keguyuban warga yang saling bahu-membahu membantu mewujudkan acara untuk warga sekitar yang kurang mampu. Saya merasa ini adalah anugerah, bisa masuk dalam lingkungan warga Jatikerto ini. 

 

Acara santunan di hari asyura ini adalah kali kedua yang diadakan oleh masjid Nurul huda Jatikerto. Yang pertama dulu, tanpa ada rencana. Spontanitas. Dadakan. Kayak tahu bullet aja, xixixi. Tapi Alhamdulillah, walaupun dadakan acaranya terbilang cukup sukses.

 Melihat antusiasme warga tahun lalu, maka pihak ta'mir masjid membantu menyediakan fasilitas dan membentuk kepanitiaan agar lebih terkoordinir. Alhamdulillah, warga juga antusias dalam menyambutnya, walaupun saat ini bebarengan dengan acara Agustusan, dan banyaknya undangan hajatan. Tapi semangat berbaginya luar biasa. 
Alhamdulillah, uang yang terkumpul 7.845.000, dan bisa menyantuni 10 anak yatim dan 38orang dhuafa. Pada saat acara, semua undangan diberi kue dan minum. Yang perlu diingat, kue dan minuman ini bukan mengambil dari hasil uang yang terkumpul dan tidak meminta sumbangan kepada warga. Tapi atas dasar keikhlasan dari panitia. Bahkan mereka berebut untuk menyumbang. Masyaallah, semoga Allah balas kebaikan kita semua dengan kebaikan dan rejeki yang melimpah dan berkah, aamiin..

Susunan panitia

Ketua              : B. Eko
Sekertaris        : B. Wiwik
Bendahara       : B. Nia & B. Cacik
Seksi acara      : B. Santi

Koordinator    :
1.    B. Luluk
2.    B. Sariati
3.    B. Eni
4.    B. Wasiah


Puluhan warga Jatikerto Kromengan Malang berbondong-bondong menuju ke masjid Nurul Huda setelah mendengar lantunan sholawat AlBanjari.
 


Acara diawali dengan penampilan dari AlBanjari. Memberitahukan bahwa acara santunan akan segera dimulai.
 
 Bapak Sunari selaku MC memulai acara. 
 
Kemudian dibuka dengan lantunan ayat suci AlQur’an oleh saudara Alvin. 

 
Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Panitia (Ibu Wiji Astutik)

 dan ketua ta’mir Masjid Nurul Huda Jatikerto (Ust. Dimyati Mabruri).
 

Selanjutnya, penyerahan santunan kepada 10 anak yatim dan dhuafa. Karena penerima santunan dhuafa ada 38 orang, jadi diberikan secara simbolis saja kepada 4 orang. 
 
Dan yang terakhir, ditutup dengan pengajian oleh KH Syamsul Arifin dari Ngebruk.

Kekompakan panitia juga terlihat waktu acara telah selesai. Kami gotong-royong membersihkan masjid. Dalam sekejap, Masjid nampak bersih seperti sedia kala. 




Daaann, yang tak pernah ketinggalan, poto-poto...hahaha


Kayaknya kalo udah pepotoan gini kok ilang semua rasa capek yaa...xixixi
 
Terakhir, makan-makan. Alhamdulillah, acara berlangsung lancar.  
Semua sesuai dengan rencana. Sukses deh pokoknya.








































Jumat, 12 Juli 2019

Dibalik Cantiknya Kue Cinta

Tak terasa, sudah bulan Juli 2019. Ooops, hampir saja lupa besok adalah hari kelahiran suami. Jam sudah menunjukkan angka 7 malam lebih. Diantara kegalauan hatiku adalah, pengen ngasih surprise. Pengen beliin kue tart, dengan hiasan apaaa gitu.. La tapi, jam segini kalo masih mau ke kota mah, nanggung amat. Baru nyampe toko kue, takutnya toko uda tutup. Udah gitu, cuaca  beberapa hari ini dinginnya menusuk tulang bo'. Di dalam rumah aja dingin, apalagi kalo harus kena angin malam. Hmmm...

Iseng, aku buka-buka HP. Ahaaa!! Beli lewat aplikasi aja. yeayyy.... akhirnya dapet ide cemerlang, pas aku buka aplikasinya, pas banget ada promo, dobel untung nih..xixixi..
Sambil nunggu kue pesenan datang, aku makan malam. Kutunggu gambar pada maps aplikasi, motor berjalan sudah menuju rumah. Yess, selesai makan pesenanku datang.

Penampakannya cantik, tapi, kok sepi banget ya? hiasannya minimalis. Lupa tadi ga bilang sama drivernya buat ditulis ucapan Selamat Ulang Tahunnya. hmmm...

Dan, ndilalah aku teringat sama teman yang jago bikin kue tart. Segera ku chat. keterangannya online, tapi kok ga dibales-bales yaa...
Tak menunggu lama, langsung kutelpon. Kutembak biar bisa bantu buat ngehias kue tart pesenanku.

Dan...Taraaaaa...tambah cantik kaaaan... 

MasyaAllah, beneran deh, kalo kita mau mbahagiain pasangan, bakalan adaaa aja caranya. Meskipun kita uda merasa mentok, ndilalah dikasih mudah aja sama Allah. 


Happy Birthday ya Sayang... Semoga dengan bertambahnya umurmu, semakin tambah pula cintamu padaku (eeaaa....) makin sayang sama keluarga kecil kita, makin dewasa dalam menghadapi segala sesuatu. Makin rajin ikhtiar dan ibadahnya. Semoga Allah beri kita rejeki yang melimpah ruah dan berkah. Aamiin...


Jumat, 29 September 2017

Keutamaan Sedekah Pada Hari Asyura (10 Muharrom)






Diceritakan bahwasanya ada seorang fakir yang datang menghadap seorang pada hari Asyura (10 Muharram) untuk meminta haknya sebagai seorang fakir dari Baitul Mal. 

Si fakir berkata "Semoga Allah memberikan kemuliaan kepada tuan Qadli(Hakim). Sungguh saya adalah seorang fakir yang banyak anak dan keluarga, datang kepada tuan Qadli minta tolong pada hari yang mulia ini agar tuan mau memberikan kepada kami 10 kati roti, 10 kg daging dan uang 2 Dirham. Untuk memberi makan anak-anak kami yang masih kecil pada hari ini karena mereka belum makan selama 3 hari dan mudah-mudahan tuan mendapatkan imbalan dari Allah."

Akhirnya tuan Qadli berjanji akan memberinya pada waktu Dhuhur. setelah waktu Dhuhur tiba,si fakir datang lagi tuan Qadli berjanji lagi akan memberinya pada waktu Ashar. Setelah waktu Ashar tiba, si fakir datang lagi dan tuan Qadli pun berjanji lagi akan memberinya pada waktu maghrib. Padahal di rumah anaknya nyaris mati karena kelaparan. Setelah waktu maghrib tiba, si fakir datang lagi, akan tetapi tuan Qadli tidak memberikan sesuatu apapun. Hanya berkata kepada si fakir "tidak ada sesuatu apapun  yang bisa aku berikan kepadamu" 

Maka kembalilah si fakir dengan hati yang hancur, sambil mencucurkan air mata karena takut tidak kuasa menjawab anak-anaknya bila mereka menanyakan sesuatu yang diperoleh. Terpaksa ia harus berjalan menuju rumahnya sambil menangis. Tiba-tiba ia bertemu dengan seorang nasrani yang sedang duduk di depan pintu rumahnya. Oleh karena Nasrani melihat si Fakir menangis, maka ia bertanya kenapa engkau menangis si Fakir menjawab "jangan bertanya tentang keadaan diriku" Nasrani tetap memaksa bertanya sambil bersumpah agar si fakir memberi kabar tentang dirinya.

Kemudian si fakir terpaksa menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dengan seorang qadli. 
Nasrani bertanya "Hari ini hari apa menurut keyakinan orang-orang muslim seperti kamu?" si fakir menjawab hari ini hari Asyura, dan ia menerangkan sebagian dari Barokah hari 'Asyuro. Dari keterangan si fakir itu, hati Nasrani merasa tersentuh dan merasa kasihan kepada kepadanya seraya memberikan roti dan daging yang lebih banyak dari apa yang ia minta dari tuan Qadli dan uang sebanyak 20 Dirham. 

Nasrani berkata "Ambillah ini semua untuk kamu dan keluargamu. Demi kemuliaan hari ini, yang diagungkan oleh Allah pemberian seperti ini akan aku berikan kepadamu setiap bulan" si fakir kemudian pergi menuju rumahnya dengan membawa sejumlah pemberian Nasrani. Setelah bertemu dengan anak-anaknya mereka sangat riang gembira yang sulit untuk digambarkan. Si fakir dan anak-anaknya memanggil-manggil nama Allah sambil berdoa dengan suara yang keras "Wahai Allah Tuhan kami, orang yang telah memasukkan rasa gembira di hati kami maka masukkanlah rasa kegembiraan dihatinya besok di alam akhirat"

 Pada malam harinya tuan Qadli tidur bermimpi mendengar suara yang mengatakan "angkat kepalamu wahai Qadli" tuan  Qadli mengangkat kepalanya. tiba-tiba ia melihat 2 rumah panggung yang terbuat dari bahan bata emas dan perak.

Dia bertanya "Wahai Tuhanku, untuk siapa 2 rumah panggung ini?" kemudian ada jawaban
 "Rumah panggung itu sebetulnya dipersiapkan untukmu, seandainya engkau mengabulkan permintaan si fakir. Akan tetapi karena engkau menolaknya, kedua rumah panggung itu menjadi milik seorang nasrani"

Tuan Qadli terbangun dengan ketakutan sambil berteriak-teriak merasa mendapatkan kerusakan dan kebinasaan. Kemudian ia pergi berjalan untuk menjumpai seorang nasrani. Setelah bertemu dengannya, tuan qadli bertanya "kebajikan apa yang kau lakukan tadi malam?" 

Nasrani menjawab "Mengapa kau menanyakan hal itu?"

kemudian tuan Qadli menceritakan apa yang ia lihat dalam mimpinya seraya berkata "Juallah kepadaku kebajikan yang telah engkau lakukan tadi malam bersama seorang fakir seharga 100.000 dirham"

Nasrani menjawab "Sungguh, aku tidak akan menjualnya walaupun seharga sepenuh bumi berupa emas dan aku akan mengucapkan dua kalimat syahadat yang kau saksikan" kemudian Nasrani itu mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Pada akhirnya Nasrani itu ditetapkan Allah masuk surga dan bertemu denganNya yaitu meninggal dunia dengan membaca kalimat syahadat.


________________________________

Jangan lupa besok puasa 'Asyuro yaaa..

Sabtu, 29 Juli 2017

Jujur itu Simple

Kring kring suara sepeda, sepedaku roda dua
Kudapat dari ayah, karena rajin bekerja

Tuk tuk tuk suara sepatu, sepatuku sepatu baru
Kudapat dari ibu karena rajin membantu

Di atas motor, Aku dan Fatih menyanyi bersama ketika berangkat ke sekolah. Eh, tapi lirik terakhirnya kok beda yaa.. Bukan berakhiran u, tapi a.

Benar saja, ketika kami selesai menyanyi, mulut mungilnya memprotes
"Tapi sepatu ini kan dibeliin ayah, Ma.. "
Xixixi

Tak ada yang lebih jujur kecuali anak-anak. Ternyata, jujur itu simple yaaa.. "Ketika ucapan sama dengan kenyataan" pun dalam hal ini dalam sebuah nyanyian.

#fatih
#odop